SAMPIT – Suasana Taman Kota Sampit tampak berbeda pada Jumat (17/7/2026). Tawa riang puluhan siswa baru SD Muhammadiyah Sampit berpadu dengan rindangnya pepohonan yang menjadi latar penutupan Forum Ta'aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi) sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mengusung tema "Gembira Berkarya", kegiatan ini menjadi penutup rangkaian orientasi yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan karakter, kemandirian, serta kecintaan terhadap alam sejak hari pertama menjadi warga sekolah.
Sebanyak 35 murid baru mengikuti kegiatan bersama seluruh guru dan tenaga pendidik SD Muhammadiyah Sampit.
Berbeda dari penutupan MPLS pada umumnya yang berlangsung di lingkungan sekolah, SD Muhammadiyah Sampit memilih Taman Kota Sampit sebagai lokasi kegiatan agar peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung di ruang terbuka.
Berbagai aktivitas edukatif dan permainan kolaboratif digelar sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi sambil menikmati suasana hijau taman kota. Kehadiran tokoh badut Winnie the Pooh semakin menambah semarak acara. Sosok karakter yang akrab bagi anak-anak tersebut berhasil menghadirkan gelak tawa dan keceriaan, sekaligus menciptakan suasana yang hangat sehingga siswa baru lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman-teman maupun guru.
Kepala SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar, S.Pd., M.Pd.Gr, mengaku bersyukur seluruh rangkaian Fortasi dan MPLS tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan merupakan hasil kerja sama seluruh unsur sekolah dan dukungan orang tua.
"Saya sangat bahagia dan terharu karena Alhamdulillah seluruh kegiatan Fortasi dan MPLS berjalan dengan lancar dan berkesan. Keberhasilan ini bukan dihasilkan oleh satu pihak, melainkan berkat dukungan semua pihak sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses," ujarnya.
Mardiyah menjelaskan, pemilihan Taman Kota Sampit sebagai lokasi penutupan bukan tanpa alasan. Sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan sehingga siswa dapat mengenal alam sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
"Kami sengaja melaksanakan kegiatan di Taman Kota Sampit agar murid-murid dapat belajar di ruang terbuka. Ini merupakan bentuk pembelajaran langsung di luar kelas yang bersahabat dengan alam hijau. Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga bisa melalui pengalaman nyata yang menyenangkan," katanya.
Selain menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman, sekolah juga berupaya membangun suasana yang ramah anak. Karena itu, panitia menghadirkan hiburan edukatif berupa badut Winnie the Pooh agar peserta didik merasa nyaman menjalani hari-hari pertama di sekolah.
Kesan positif juga datang dari para orang tua. Salah seorang wali murid, Alexander, S.Pd, mengaku merasa bahagia sekaligus yakin telah memilih SD Muhammadiyah Sampit sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.
"Kami merasa bahagia, terkesan, dan nyaman menyekolahkan anak di SD Muhammadiyah Sampit. Anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibimbing untuk membiasakan karakter yang baik serta ibadah. Itulah harapan kami, agar mereka tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah serta sukses pada masa depan," ungkapnya.
SD Muhammadiyah Sampit ingin memastikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi setiap anak. Semangat belajar, pembentukan karakter Islami, kepedulian terhadap lingkungan, dan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perjalanan pendidikan para siswa baru.
Penutupan Fortasi di ruang terbuka itu pun menjadi simbol bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang bertumbuh yang menghadirkan kebahagiaan, kepedulian, dan pengalaman belajar yang bermakna sejak langkah pertama.
Sebanyak 35 murid baru mengikuti kegiatan bersama seluruh guru dan tenaga pendidik SD Muhammadiyah Sampit.
Berbeda dari penutupan MPLS pada umumnya yang berlangsung di lingkungan sekolah, SD Muhammadiyah Sampit memilih Taman Kota Sampit sebagai lokasi kegiatan agar peserta memperoleh pengalaman belajar secara langsung di ruang terbuka.
Berbagai aktivitas edukatif dan permainan kolaboratif digelar sepanjang kegiatan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi sambil menikmati suasana hijau taman kota. Kehadiran tokoh badut Winnie the Pooh semakin menambah semarak acara. Sosok karakter yang akrab bagi anak-anak tersebut berhasil menghadirkan gelak tawa dan keceriaan, sekaligus menciptakan suasana yang hangat sehingga siswa baru lebih percaya diri dalam berinteraksi dengan teman-teman maupun guru.
Kepala SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar, S.Pd., M.Pd.Gr, mengaku bersyukur seluruh rangkaian Fortasi dan MPLS tahun ini dapat berlangsung dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan merupakan hasil kerja sama seluruh unsur sekolah dan dukungan orang tua.
"Saya sangat bahagia dan terharu karena Alhamdulillah seluruh kegiatan Fortasi dan MPLS berjalan dengan lancar dan berkesan. Keberhasilan ini bukan dihasilkan oleh satu pihak, melainkan berkat dukungan semua pihak sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses," ujarnya.
Mardiyah menjelaskan, pemilihan Taman Kota Sampit sebagai lokasi penutupan bukan tanpa alasan. Sekolah ingin menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan sehingga siswa dapat mengenal alam sebagai ruang belajar yang menyenangkan.
"Kami sengaja melaksanakan kegiatan di Taman Kota Sampit agar murid-murid dapat belajar di ruang terbuka. Ini merupakan bentuk pembelajaran langsung di luar kelas yang bersahabat dengan alam hijau. Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar tidak selalu harus dilakukan di dalam ruangan, tetapi juga bisa melalui pengalaman nyata yang menyenangkan," katanya.
Selain menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman, sekolah juga berupaya membangun suasana yang ramah anak. Karena itu, panitia menghadirkan hiburan edukatif berupa badut Winnie the Pooh agar peserta didik merasa nyaman menjalani hari-hari pertama di sekolah.
Kesan positif juga datang dari para orang tua. Salah seorang wali murid, Alexander, S.Pd, mengaku merasa bahagia sekaligus yakin telah memilih SD Muhammadiyah Sampit sebagai tempat pendidikan putra-putrinya.
"Kami merasa bahagia, terkesan, dan nyaman menyekolahkan anak di SD Muhammadiyah Sampit. Anak-anak tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dibimbing untuk membiasakan karakter yang baik serta ibadah. Itulah harapan kami, agar mereka tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah serta sukses pada masa depan," ungkapnya.
SD Muhammadiyah Sampit ingin memastikan bahwa masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi pengalaman yang membahagiakan bagi setiap anak. Semangat belajar, pembentukan karakter Islami, kepedulian terhadap lingkungan, dan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua diharapkan menjadi fondasi kuat bagi perjalanan pendidikan para siswa baru.
Penutupan Fortasi di ruang terbuka itu pun menjadi simbol bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan ruang bertumbuh yang menghadirkan kebahagiaan, kepedulian, dan pengalaman belajar yang bermakna sejak langkah pertama.
